Showing posts with label listrik dinamis. Show all posts
Showing posts with label listrik dinamis. Show all posts

Wednesday, 29 August 2018

Contoh Soal Listrik Dinamis

Nih ada beberapa soal yang bisa untuk latihan kalian dalam mempelajari lebih jauh lagi tentang listrik dinamis....semangat ya :)

11. Muatan listrik sebesar 20 C mengalir pada penampang konduktor selama 5 sekon. Kuat arus listrik yang melalui konduktor tersebut adalah ….
A.    3 A
B.     4 A
C.     5 A
D.    6 A
E.     7 A
22. Perhatikan gambar berikut!

Nilai tegangan yang terbaca dari voltmeter tersebut adalah ….  A.    8 V  B.     7 V  C.     6 V  D.    5 V  E.     4 V



Nilai tegangan yang terbaca dari voltmeter tersebut adalah ….
A.    8 V
B.     7 V
C.     6 V
D.    5 V
E.     4 V
33. Perhatikan gambar berikut!
Berapakah nilai R pada rangkaian tersebut?  A.    6,0 Ω  B.     5,0 W  C.     4,5 Ω  D.    2,5 Ω  E.     0,25 Ω

Berapakah nilai R pada rangkaian tersebut?
A.    6,0 Ω
B.     5,0 W
C.     4,5 Ω
D.    2,5 Ω
E.     0,25 Ω
44. Sebuah kawat yang panjangnya 2 m dan luas penampangnya 5 cm2  memiliki hambatan 100 Ω. Jika kawat tersebut memiliki panjang 4 m dan luas penampang 1,25 cm2, hambatannya sekarang adalah ….
A.    50 Ω
B.     100 Ω
C.     150 Ω
D.    200 Ω
E.     250 Ω
55.  Supaya hambatan suatu kawat menjadi setengah kali dari semula, yang harus dilakukan adalah ….
A.    Luas penampangnya dijadikan setengah kali semula
B.     Panjang kawat dijadikan 2 kali semula
C.     panjang kawat dijadikan 4 kali semula
D.    Luas penampang dijadikan 2 kali semula
E.     Luas penampang dijadikan 4 kali semula
65. Kawat penghantar memiliki hambatan 20 Ω pada suhu 20oC, apabila ditempatkan pada suatu ruang yang suhunya 60oC maka hambatannya menjadi 60 Ω. Jika suhu ruang dijadikan 100oC maka hambatan kawat adalah ….
A.    10 Ω
B.     60 Ω
C.     80 Ω
D.    100 Ω
E.     120 Ω
76. Tiga buah hambatan masing-masing 8Ω, 4Ω, 8Ω. Nilai hambatan terkecil dan terbesar dari kombinasi susunan ketiga hambatan tersebut adalah ….
A.    2 Ω dan 22 Ω
B.     2 Ω dan 20 Ω
C.     4 Ω dan 22 Ω
D.    4 Ω dan 20 Ω
E.     4 Ω dan 40 Ω
87.  Perhatikan gambar berikut!
Kuat arus listrik yang mengalir pada R1 2 A. Tegangan jepit antara A dan B adalah ….  A.    10 V  B.     11 V  C.     12 V  D.    13 V  E.     14 V

Kuat arus listrik yang mengalir pada R1 2 A. Tegangan jepit antara A dan B adalah ….
A.    10 V
B.     11 V
C.     12 V
D.    13 V
E.     14 V
98. Perhatikan rangkaian listrik berikut!
Besar kuat arus yang mengalir pada R3 adalah ….  A.    1 A  B.     2 A  C.     3 A  D.    4 A  E.     5 A

Besar kuat arus yang mengalir pada R3 adalah ….
A.    1 A
B.     2 A
C.     3 A
D.    4 A
E.     5 A
19. Perhatikan gambar berikut!

 
 Besar dan arah kuat arus I adalah ….  A.    3 A masuk ke titik P  B.     3 A keluar ke titik P  C.     4 A masuk ke titik P  D.    4 A keluar ke titik P  E.     5 A masuk ke titik P
 Besar dan arah kuat arus I adalah ….
A.    3 A masuk ke titik P
B.     3 A keluar ke titik P
C.     4 A masuk ke titik P
D.    4 A keluar ke titik P
E.     5 A masuk ke titik P
110.  Perhatikan gambar berikut!

Kuat arus yang mengalir pada rangkaian tersebut adalah ….  A.    3,5 A  B.     3 A  C.     2,5 A  D.    2 A  E.     1,5 A

Kuat arus yang mengalir pada rangkaian tersebut adalah ….
A.    3,5 A
B.     3 A
C.     2,5 A
D.    2 A
E.     1,5 A
111.  Sebuah pemanas air (heater) menarik arus 10 A pada tegangan 220 V. Energi listrik yang digunakan pemanas air tersebut bila bekerja selama 30 menit adalah ….
A.    3.940 KJ
B.     3.960 KJ
C.     3.970 KJ
D.    3.980 KJ
E.     3.990 KJ
112.  Empat buah lampu pijar dengan spesifikasi masing-masing 220V/100W menyala 6 jam setiap harinya. Bila keempat lampu bekerja sempurna, besarnya biaya energy listrik untuk pemakaian 1 bulan (30 hari) adalah …. (harga 1 KWh = Rp. 600)
A.    Rp. 100.000,00
B.     Rp. 97.400,00
C.     Rp. 43.200,00
D.    Rp. 38.400,00

E.     Rp. 34.500,00

baca juga:
Contoh soal materi lainnya
Contoh soal tentang energi kinetik
Contoh soal tentang energi potensial
Contoh soal tentang konversi satuan
Contoh soal tentang dimensi besaran

Bagaimana...sudah ada pencerahan? katakan mulai dari sekarang FISIKA HARUS ASYIK, maka ajaib seketika itu juga FISIKA MEMANG ASYIK :) Semoga bermanfaat dan tetap semangat. BRAVO!!!

Monday, 30 July 2018

GAMPANG! Contoh Soal Listrik Dinamis Hukum Kirchoff 1 dan 2

Contoh Soal Listrik Dinamis Hukum Kirchoff 1 dan 2 - Kalian sudah mempelajari materi listrik dinamis dari awal kan? kalau sudah belajar pastinya sudah bertemu materi tentang Hukum Kirchoff baik 1 dan 2 ya.

Nah..sekarang saatnya latihan soal untuk menguji kesabaranmu..oppss, maksudnya untuk menguji kemampuanmu dalam materi listrik dinamis terutama tentang hukum kirchoff 1 da 2.

sudah siap? mari ke TKP... :D

1. Suatu rangkaian listrik ditunjukkan seperti gambar berikut ini.
Dengan menggunakan hukum II Kirchoff, tentukan besar kuat arus listrik yang mengalir di dalam rangkaian tersebut!

Diketahui:
ε1 = 6 V
ε2 = 12 V
R1 = 2 Ω
R2 = 6 Ω
R3 = 4 Ω
Ditanya: I ?

Jawab:
Jika kita perhatikan di gambar, rangkaian tersebut adalah rangkaian listrik tertutup 1 loop. maka bisa diselesaikan dengan hanya memakai hukum kirchoff 2 saja seperti di bawah ini
Dengan menggunakan hukum II Kirchoff, tentukan besar kuat arus listrik yang mengalir di dalam rangkaian tersebut!    Diketahui:  ε1 = 6 V  ε2 = 12 V  R1 = 2 Ω  R2 = 6 Ω  R3 = 4 Ω  Ditanya: I ?    Jawab:  Jika kita perhatikan di gambar, rangkaian tersebut adalah rangkaian listrik tertutup 1 loop. maka bisa diselesaikan dengan hanya memakai hukum kirchoff 2 saja seperti di bawah ini
gimana...mudah kan? lanjut ke level 2 ya :p

2. Perhatikan gambar rangkaian listrik berikut ini!
Jika diketahui ε1 = 16 V, ε2 = 8 V,  ε3 = 10 V,  R1 = 12 ohm,  R2 = 6 ohm,  dan R3 = 6 ohm. Tentukan besar kuat arus lisrik I yang melewati R1!

Jawab:
Ketika kita melihat soal diatas, jelas rangkaian listrik tersebut adalah rangkaian listrik tertutup 2 loop. 
pertama kita harus menentukan loop 1 dan 2, pada soal ini mimin memilih loop 1 diatas dan loop 2 dibawah sedangkan arah loop semua berlawanan arah dengan jarum jam

ingat..arah loop kalian bebas menentukannya ya, tapi jangan searah dengan hatinya nanti bisa jatuh cinta.hehhee

lanjutt...

Loop I (atas):
Jika diketahui ε1 = 16 V, ε2 = 8 V,  ε3 = 10 V,  R1 = 12 ohm,  R2 = 6 ohm,  dan R3 = 6 ohm. Tentukan besar kuat arus lisrik I yang melewati R1!
lopp 2 (bagian bawah)
Jika diketahui ε1 = 16 V, ε2 = 8 V,  ε3 = 10 V,  R1 = 12 ohm,  R2 = 6 ohm,  dan R3 = 6 ohm. Tentukan besar kuat arus lisrik I yang melewati R1!
Setelah di dapat 2 persamaan kemudian dieliminasikan
Jika diketahui ε1 = 16 V, ε2 = 8 V,  ε3 = 10 V,  R1 = 12 ohm,  R2 = 6 ohm,  dan R3 = 6 ohm. Tentukan besar kuat arus lisrik I yang melewati R1!



lihat contoh soal yang lain

Bagaimana...sudah ada pencerahan? katakan mulai dari sekarang FISIKA HARUS ASYIK, maka ajaib seketika itu juga FISIKA MEMANG ASYIK :) jangan lupa share ke teman-teman yang lain. Semoga bermanfaat dan tetap semangat. BRAVO!!!

Materi Hukum Kirchoff 1 dan 2

Materi Hukum Kirchoff - Hukum Kirchoff adalah hukum yang menyatakan fenomena arus dan tegangan dalam rangkaian listrik. Ada dua hukum Kirchoff yaitu Hukum Kirchoff 1 berkaitan dengan aliran arus ke titik rangkaian, dan Hukum Kirchoff 2 berkaitan dengan perbedaan tegangan.
Materi Hukum Kirchoff - Hukum Kirchoff adalah hukum yang menyatakan fenomena arus dan tegangan dalam rangkaian listrik. Ada dua hukum Kirchoff yaitu Hukum Kirchoff 1 berkaitan dengan aliran arus ke titik rangkaian, dan Hukum Kirchoff 2 berkaitan dengan perbedaan tegangan.
Gustav Robert Kirchoof 
(sumber: id.wikipedia.org)

Hukum Kirchoff 1
Bunyi dari Hukum Kirchoff 1 adalah “Pada setiap titik percabangan dalam sirkuit listrik, jumlah dari arus yang masuk kedalam titik itu sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik tersebut. atau Jumlah total arus pada sebuah titik adalah nol”. Secara matematis hukum Kirchoff 1 dinyatakan dengan persamaan berikut:

Nilai arus yang keluar diberikan tanda negatif, sedangkan nilai arus masuk diberikan tanda positif.
Gambar di bawah menunjukkan aplikasi Kirchoff 1 pada analisis rangkaian listrik, dimana jumlah arus masuk i2 dan i3 akan sama dengan jumlah arus keluar i1 dan i­4.
Gambar di bawah menunjukkan aplikasi Kirchoff 1 pada analisis rangkaian listrik, dimana jumlah arus masuk i2 dan i3 akan sama dengan jumlah arus keluar i1 dan i­4.
Hukum Kirchoff 2
Bunyi dari Hukum Kirchoff 2 adalah “Jumlah terarah (melihat orientasi tanda positif dan negatif) dari beda potensial listrik (tegangan) di sekitar sirkuit tertutup sama dengan nol, atau secara lebih sederhana, jumlah dari gaya gerak listrik dalam lingkaran tertutup ekivalen dengan jumlah turunnya potensial pada lingkaran itu.” Secara matematis Hukum Kirchoff 2 dinyatakan dengan persamaan berikut:
Bunyi dari Hukum Kirchoff 2 adalah “Jumlah terarah (melihat orientasi tanda positif dan negatif) dari beda potensial listrik (tegangan) di sekitar sirkuit tertutup sama dengan nol, atau secara lebih sederhana, jumlah dari gaya gerak listrik dalam lingkaran tertutup ekivalen dengan jumlah turunnya potensial pada lingkaran itu.”
Analisis Rangkaian Listrik Dinamis
Pada analisis rangkaian listrik dinamis, terdapat beberapa terminologi penting yang harus diperhatikan.
  • Loop

Loop adalah siklus tertutup yang memiliki titik awal dan titik akhir di komponen yang sama.  Pada satu loop hanya ada satu arus listrik yang mengalir, dan nilai beda potensial yang ada di komponen-komponen listrik loop tersebut bisa berbeda.
  • Junction

Junction atau node atau titik cabang adalah titik temu antara dua atau lebih komponen listrik. Node menjadi tempat bertemunya arus-arus listrik yang berbeda besaran dan pada setiap node akan berlaku Hukum Kirchoff 1.
Analisis rangkaian listrik dimulai mengidentifikasi loop dan junction yang ada pada rangkaian tersebut. Untuk menganalisis loop dapat digunakan Hukum Kirchoff 2, dan untuk menganalisis junction atau titik cabang digunakan Hukum Kirchoff 1.
Arah loop dapat ditentukan secara bebas, namun umumnya arah loop searah dengan arah arus dari sumber tegangan paling dominan di rangkaian. Arus bertanda positif jika searah dengan loop dan bertanda negatif jika berlawanan dengan arah loop. Pada komponen dengan GGL, GGL bertanda positif jika kutub positifnya lebih dulu dijumpai loop dan sebaliknya GGL negatif jika kutub negatifnya lebih dulu dijumpai loop.
Contoh analisis rangkaian listrik dapat dilakukan dengan gambar dibawah.
Berdasarkan gambar di atas, total tegangan pada rangkaian adalah Vab + Vbc + Vcd + Vda = 0. Hukum II Kirchoff ini menjelaskan bahwa jumlah penurunan beda potensial sama dengan nol artinya tidak ada energi listri yang hilang dalam rangkaian atau semua energi listrik diserap dan digunakan.

Terdapat perjanjian tanda untuk tegangan GGL (ε):
1. Jika arah kuat arus listrik searah dengan arah loop dan kuat arus listrik bertemu dengan kutub (+) potensial tegangan terlebih dulu, maka tanda tegangan GGL adalah (+)
ε (+) ➔ arah loop 1.png

2. Jika arah kuat arus listrik searah dengan arah loop dan kuat arus listrik bertemu dengan kutub (-) potensial tegangan terlebih dulu, maka tanda tegangan GGL adalah (-).
ε (-) ➔ arah loop 2.png

Terdapat perjanjian tanda untuk arah kuat arus listrik (I) pada penurunan potensial tegangan (I.R):
1. Jika arah kuat arus listrik searah dengan arah loop, maka tanda kuat arus listrik adalah (+).
I (+) ➔ arah loop 3.png

2. Jika arah kuat arus listrik berlawanan arah dengan arah loop, maka tanda kuat arus listrik adalah (-).
I(-) ➔ arah loop 4.png


supaya lebih paham latihan soal tentang hukum kirchoff dulu yuk...

Bagaimana...sudah ada pencerahan? katakan mulai dari sekarang FISIKA HARUS ASYIK, maka ajaib seketika itu juga FISIKA MEMANG ASYIK :) Semoga bermanfaat dan tetap semangat. BRAVO!!!

Materi Hukum Ohm

Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya. Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah.
Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya. Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah.

Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan:
V = I . R
Di mana :
I: arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan Ampere.
V: tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt.
R: nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm.

Hukum ini dicetuskan oleh Georg Simon Ohm, seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun 1827

Lanjut materi yang selanjutnya tentang materi Hukum Kirchoff 1 dan 2 ya

Materi yang lain:
Pendahuluan Listrik Dinamis
Contoh soal listrik dinamis hukum kirchoff 1 dan 2

Bagaimana...sudah ada pencerahan? katakan mulai dari sekarang FISIKA HARUS ASYIK, maka ajaib seketika itu juga FISIKA MEMANG ASYIK :) Semoga bermanfaat dan tetap semangat. BRAVO!!!

Materi Fisika SMA Listrik Dinamis

Materi Fisika SMA Listrik Dinamis - Listrik dinamis adalah aliran partikel bermuatan dalam bentuk arus listrik yang dapat menghasilkan energi listrik. Listrik dapat mengalir dari titik berpotensial lebih tinggi ke titik berpotensial lebih rendah apabila kedua titik tersebut terhubung dalam suatu rangkaian tertutup.
Materi Fisika SMA Listrik Dinamis - Listrik dinamis adalah aliran partikel bermuatan dalam bentuk arus listrik yang dapat menghasilkan energi listrik. Listrik dapat mengalir dari titik berpotensial lebih tinggi ke titik berpotensial lebih rendah apabila kedua titik tersebut terhubung dalam suatu rangkaian tertutup.

Pada analisis rangkaian listrik dinamis hal yang perlu diperhatikan adalah komponen-komponen rangkaian seperti sumber listrik dan tahanan, susunan rangkaian, dan hukum-hukum yang berlaku pada rangkaian tersebut.

Kuat Arus Listrik
Berikut ini cara mencari besar kuat arus listrik:
I=Q/t
dimana:
I: Kuat arus listrik (A)
Q: besarnya muatan (C)
t: selang waktu (S)

sedangkan jika ingin mencari banyaknya elektron yang mengalir bisa menggunakan persamaan:
Q=n.e
dimana:
n: banyaknya elektron
e: besar muatan elektron ( 1,6 x 10-19 C)

Baca juga yang lain:
Percobaan paper clip melayang
Wow..kamu bisa membuat kompas matahari!

Hambatan Listrik
Hambatan atau resistor (R) adalah komponen yang berfungsi untuk mengatur besarnya arus listrik yang mengalir melalui rangkaian. Besaran resistor disebut dengan resistansi yang memiliki satuan Ohm (Ω). Ohm diambil dari nama fisikawan Jerman yaitu Georg Simon Ohm yang menemukan hubungan langsung antara beda potensial dengan arus listrik yang dihasilkan. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur resistansi adalah ohmmeter.

Setiap bahan memiliki nilai resistansi yang berbeda-beda. Berdasar sifat resistivitas bahan, suatu bahan dibagi menjadi tiga, yaitu konduktor, isolator, semikonduktor. Konduktor memiliki hambatan yang kecil, sehingga dapat menghantarkan listrik dengan baik. Contohnya material-material logam seperti besi, tembaga, alumunium, dan perak.

Isolator memiliki hambatan yang besar, sehingga tidak dapat menghantarkan listrik. Contohnya kayu dan plastik. Sedangkan semikonduktor adalah material yang dapat bersifat sebagai konduktor, juga isolator. Contohnya karbon, silikon, dan germanium. Pengaturan sifat semikonduktor dilakukan dengan penambahan material lain dan pemberian tegangan listrik.

Dari sifat-sifat bahan tersebut, yang sering digunakan sebagai hambatan penghantar adalah konduktor. Nilai hambatan bahan konduktor sebanding dengan panjang kawat (l), dan berbanding terbalik dengan luas penampang kawat (A). Secara matematis, dapat dirumuskan sebagai berikut:

R = \rho L/A

dimana:
\rho :hambatan jenis,
L : panjang penghantar,
A : adalah penampang penghantar.

Selanjutnya silahkan baca Materi Hukum Ohm ya...

materi yang lain:
Materi Hukum Ohm
Hukum Kirchoff 1 dan 2
Contoh Soal Hukum Kirchoof 1 dan 2
Contoh Soal Latihan Listrik Dinamis

Bagaimana...sudah ada pencerahan? katakan mulai dari sekarang FISIKA HARUS ASYIK, maka ajaib seketika itu juga FISIKA MEMANG ASYIK :) Semoga bermanfaat dan tetap semangat. BRAVO!!!